Ada hati yang patah. Ada hati yang terluka.
Ada hati yang merana. Meronta dari dera.
Mengusung jiwa yang menumpang pijak pada misteri nasib tak
berkesudahan
Mengabur angan dan mimpi sadar cipta kepala
Mata adalah pembias
Hidung adalah penggiur
Mulut adalah penungkik
Telinga adalah pengempat
Lalu ada nurani, dinding kerja penempa diri
Dan tubuh ini, satu kesatuannya tak lagi mengindera
CANTIGI
Sign up here with your email

ConversionConversion EmoticonEmoticon