“Berani bukan berarti tidak
memiliki rasa
takut sama sekali. Berani berarti menaklukan rasa takut itu sendiri”
Kata-kata
itulah yang membuat aku tergoda untuk memulai cerita ini.
Ketika aku masih duduk di sekolah menengah pertama,
tepatnya di SMP Negeri 1 Labuhan Deli, aku dan ketiga temanku yang duduk dengan
santai memulai perbincangan kami tentang kelanjutan kami ke jenjang SMA.”Mam, Zi, Ndra,
Ris, gimana kalau kita ngelanjuti ke SMA 1 Labdel aja, biar kita tetap
sama-sama” saran Gusti
yang tentu saja aku setujui. Salah satu alasan buat kami agar tetap bersama
ialah untuk tetap mempertahankan keutuhan anggota band kami, aku sendiri
sebagai basis, Rozi
sebagai vokalis, Gusti
sebagai
gitaris
1, Hendra
sebagai gitaris 2
dan Haris
sebagai drummer. Rozi, Hendra
dan Gusti juga menyutujui saran itu.
Namun tidak dengan Haris yeng telah memilih jalannya
untuk melanjutkan sekolah menengah atasnya ke Palembang.
Waktu itu tentu saja belum ada sedikitpun
keinginanku masuk SMA Unggulan CT Foundation. Yang aku pikirkan cuma satu jika
masuk sekolah tersebut,
aku takut akan merasa bodoh diantara orang-orang pintar. Bukan untuk
merendahkan diri sendiri tapi kenyataan yang kujalani sewaktu kelas IX SMP aku
berada dikelas IX-7, dimana kelas itu merupakan kelas terakhir dan kelas yang
paling hancur. Meskipun dengan keadaan kelas yang tak beraturan itu tapi aku
merasa nyaman.
Tapi
sekarang hanya Gusti dari kami yang masuk ke SMA Negri 1 Labuhan Deli, Rozi
pulang ke tanah kelahirannya di Aceh, sedangkan Hendra sampai sekarang aku
tidak tahu dimana dia dan bagaiman kabarnya. Dan aku, di sinilah aku berada,
SMA Unggulan CT Foundation, sekolah yang dulu aku takutkan. Saat pengumuman itu
keluar kalau aku lulus di SMA Unggulan CT Foundation aku seakan tersadar
tentang kuasa Allah bahwasanya hanya Allahlah yang tahu apa yang terbaik untuk
kita. Dan aku yakin ini yang terbaik yang Allah berikan untukku. Dan sejak itu
juga aku berjanji untuk diriku sendiri akan melawan rasa takut yang telah menjeratku
selama ini.
Bergabung
dengan sekolah ini tak ada yang kusesali malah akhirnya aku merasa beruntung
menjadi bagian dari sekolah SMA Unggulan CT Foundation. Disini aku merasakan banyak
pengalaman dan tantangan . Mulai dari olimpiade, mendapatkan nilai mata
pelajaran yang KKM-nya 80 dan lain-lain. Disini juga aku bisa merasakan betapa
dekatnya guru-guru dengan para murid baik di dalam kelas maupun di luar kelas.
Dan betapa seriusnya mereka dalam mendidik kami.
Menurut
aku sifat berani itu adalah salah satu hak kita. Karena sadar dan tanpa sadar
kita sudah diajari untuk berani sejak kcil.
Ketika
kelas X, aku tidak terlalu tertarik dengan pelajaran Kimia, malah terkadang aku
merasa takut karena gurunya terkesan menakutkan. Pak Sena waktu itu. Tapi lama-kelamaan
aku merasa tertarik dengan pelajaran tersebut karena pak Sena yang awalnya
menakutkan itu ternyata sangat humoris dan cara mengajarnya membuatku cepat
menangkap mata pelajaran yang beliau ajarkan. Akhirnya saat pemilihan
perwakilan siswa untuk mengikuti ajang olimpiade aku terpilih dalam bidang
kimia. Awalnya ada rasa takut yang menghantuiku mengingat sainganku adalah
orang-orang hebat yang sudah terbiasa dengan olimpiade. Namun aku kembali
memberanikan diri menaklukan rasa takut itu dan menjadikannya motivasi untuk
menjadi yang terbaik diantara yang terbaik. Alhamdulillah aku bias memenangkan
OSK dua tahun berturut-turut dan kembali mewakili sekolah menuju OSP.
Aku
berharap semua teman-teman, adik kelas atau siapapun itu yang ada disini maupun
yang tak ada disini besa merasakan keberanian dalam hidup mereka. Karena orang
yang berani adalah orang yang bahagia. Aku telah membuktikannya dan akan terus
membuktikannya.
KUm, Deli Serdang, 2012
Sign up here with your email
ConversionConversion EmoticonEmoticon