Inilah Ia Seutuhnya

Ini adalah sebuah cerita mengenai seoang gadis belia bernama Junaida yang kerab di panggil Ijun. Keseharian Ia sangat lincah dan bersahaja. Kalau dekat dengan Ia pasti bawaannya mau tertawa. Wajar saja, keluguan dan ceplas-ceplos yang di utarakan melalui bibirnya.  Sangat lucu. Tidak hanya aku, dia mereka dan siapa saja . Pasti tertawa.
Suatu hari, ketika awal mula masuk di kampus CTF, Ia pernah merasa sangat membenci seseorang.  Tidak tahu kenapa?. Pokoknya benci. Kalau mendengar namanya pasti ogah untuk mendengar mengenai dia. Kalau ketemu pasti bawaannya Ijun selalu sinis,  seperti ular tidak dapat mangsa. Wajar saja dia seperti orang yang sangat di cari-cari sama semua oarng dan seperti orang penting gitu. Dan yang lebih muak lagi kalau orang-orang dekat dengannya. Waduh Ijun marah besar, gak tahu kenapa kalau aku melihat ada sesuatu hal yang disembunyikan.
Pada suatu hari ada perkumpulan yang diadakan dengan angkatan. Tidak tahu awalnya, tiba-tiba Ia ngomong.
 Gini katanya" Pertanyaan ini khusus buat Ijun, Jun aku mau nanya sama yu, sebenarnya ada salah apa sih kok aku sepertinya banyak salah sama yu, kalau aku punya salah aku minta maaf. Tapi tolong bilang aja biar kelar?”. Mampus Lo. Pasti hatinya deg-degan.
Dengan suara serak-serak becek ijun menjawab " Ngak tahu ya Yan, aku juga bingung kenapa aku benci sama yu, pokoknya setiap ketemu yu pasti bawaannya salah." waduh cemberut tu si pria.
 "Jadi pokoknya aku minta maaf ya, walaupun menurut yu itu berat tapi dari hatiku yang mendalam aku minta maaf".
Ternyata tahu gak.  Ijun memiliki rasa kepada Ia. Pria itu. Tapi Ijun tidak mungkinkan, kalaun Ijun harus ungkapin kalau Ia suka sama pria itu.  ogah ah. mau di letak dimana wajah indah itu?.... ya di tempatnya lah.  Kok mikir. Dan tahu ndak siapa pria itu? pria itu namanya Ahmad Sofyan yang amat bijaksan dalam memberikan kata-kata. Wajar saja kalau Ijun awalnya suka. Ndak cuma dia loh yang suka , masih banyak lagi yang memiliki perasaaan yang sama. Dan yang ndak disangka-sangka Ijun telah membuat kelompak yang bernama " Shohibunnur". Yang didalamnya ada Ia, Isan, Cici, Yuli. Yang awalnya, itu semua teman berantemnya.
Oh ya, ini juga ada. Ia sungguh sangat sering bertengkar, yang kalau hampir tiap hari itu kalau tidak ada lari kucing-tikus ya tikus-kucing. Ngerti maksudnya. Aku aja ndak. Gini, hampir tiap hari itu selalu ada pertengkaran yang terkadang ada pukulan tinju menggebu. Dihadapan Ummi sendiri pun berani. Masya Allah. Tidak mengakibatkan apa-apa sih hanya mengakibatkan kebisingan dan membuat tidak enak kalau tidak berantem. Kalau tidak ketemu pasti Ijun selalu cari-cari.
“Nampak.....dia? o o o”.
 Kalau nampak ya gitu lagi berantem lagi. Tapi semua itu tidak diakhiri dengan begitu saja. Tenyata Ijun memiliki rasa sama dia.  oe oe oe. Kok bisa coba. Bayangkan, dari kucing tikus jadi gabus lele.
 Ngerti maksudnya?. Sama aku juga ndak ngerti!!!
Sampek nangis mikirin dia. Pernah suatu hari ketika Ia ulang tahun Ia ingin memberikan sesuatu hadiah untuknya. Namun belum memberikan ucapan ultah saja dah berantem. Palak Ijun hadiah yang di beli yang niatnya mau di berikan. Di bongkar dan dipakai sendiri. Huh dasar Ijun maumu itu apa sih Jun Jun. Namun tidak lama setelah semua itu terjadi, beberapa bulan kemudian mereka jadian waduh mulut Junaida pasti senag buanget tu.
Bayangkan, dari benci jadi Cinta. Mungkin ini kali ya yang dinamakan CINTA. Yang awalnya bertemu, bertengkar, benci dan bener-bener Cinta. Waduh. Namun karena sangat sayangnya Ijun sama Ia, Cemburunya sungguh sangat liar biasa. Tahu gak sih siapa ia itu? Ia berasal dari Langkat. Ia memiliki kembaran yang satu sekolah dengan dia. Dia bernama Muhammad Risnan. Tampan. Relatif sih siapa yang lihat.

Jadi untuk para pembaca, ini bisa jadi referensi bagaimana menemukan cinta. Tidak hanya diawali dengan pandangan pertama. Atau sekali ketemu langsung suka, tapi ya seperti itu. Berantem dulu, marahan dulu. Lalu jadian. Tapi jangan dicontoh. Dan jangan pernah menganggap yang selalu baik dengan kita akan menjadi baik untuk hati dan perasaan kita. Mungkin dilalui dengan marahan dulu. Dan sebenarnya teman atau sahabat itu akan lebih memahami hati dan perasaan kita. 

Sus, Deli Serdang, 2012
Previous
Next Post »