“I don’t wanna let you go. But i want you
know, that i never wanna let you go.
Persahabatan
bukan tercipta dari segelintir kata, tapi dari hati dan telepati”.
Awalnya aku berpikir bahwa sahabat
hanya ada saat kita bahagia, bercanda dan tertawa. Namun, kata-kata itu
perlahan terkikis dari pikiranku setelah aku bertemu dengan sosok wanita yang
tidak aku kenal sebelumnya. Bermula dari sebuah pertanyaan sederhana “nama kamu
siapa? Dari mana?” memulai semua cerita aku dan dia. Kebersamaan aku dan dia
seakan membiasakan segala suram dunia ini. Dia mengajariku banyak hal. Mulai
dari kisah hidup yang paling tragis. Aku baru menyadari bahwa sahabat, teman
dekat juga naungan untuk sharing dan berbagi cerita suka ataupun duka. Karena itu,
aku tak pernah khawatir atau enggan menceritakaan semua kisah hidupku padanya.
Bahkan, aku tak ragu untuk merangkul dan meluapkan kesedihanku dalam
pelukannya. Ntah mengapa aku merasa ada yang berbeda saat bersamanya. Hati dan
pikiranku seakan di selubungi putihnya salju kala menatap noktah matanya. Oh,
inilah “ miracle of friendship”
pikirku. Beberapa lama kemudian, aku merasakan ada tatapan dan detakan yang
sama pada dua sosok pria yang tak pernah saling pandang sebelumnya. Terlayang
sejenak dalam pikiranku “ apakah, apakah ini.... miracle selanjutnya?” ku biarkan percikan tanya itu tersimpan rapi
dalam memori ingatanku sampai tiba saatnya untuk mengungkapkan segalanya.
Jam ,hari, bulan, dan tahun perlahan
merangkak dan berguguran. Ntah mengapa aku mulai cemas dengan ikatan dari
tatapan ini. Emosi, keegoisan, tangis, kesensitifan, dan seuzhon, mulai
membara. Memecah belah dan meluluh lantak segala butir mutiara dalam hati dan
pikiranku. Aku, dia, tak terkecuali mereka mempertanyakan hal yang sama “ mana kamu
yang dulu ku kenal?”. Terlebih lagi, hati ini begitu terengguh dan pilu saat
mendengar kata-kata yang terlontar dari salah satu dari tiga sahabatku. Aku tak
tahu pasti, sejak kapan dia berpikir seperti itu padaku. Ku coba untuk
membisikkan padanya bahwa aku tak pernah memanfaatkan dia dalam situasi apapun.
Tak tersirat sedikitpun dipikiranku untuk melakukan hal bodoh itu. Tulusnya
persahabatan ini seketika tertelan dalam muara kepedihan hanya karena miss under standing, cheat-chat
orang-orang sekitar yang tak mengetahui seutuhnya tentangku. Dan kini
terungkaplah segalanya bahwa sebuah persahabatan akan tetap terjalin erat bila
kita saling menyimpan kepercayaan di sini, di hati.
MHd, Deli Serdang, 2013
Sign up here with your email
ConversionConversion EmoticonEmoticon