OH...

 “I don’t wanna let you go. But i want you know, that i never wanna let you go.
Persahabatan bukan tercipta dari segelintir kata, tapi dari hati dan telepati”.

Awalnya aku berpikir bahwa sahabat hanya ada saat kita bahagia, bercanda dan tertawa. Namun, kata-kata itu perlahan terkikis dari pikiranku setelah aku bertemu dengan sosok wanita yang tidak aku kenal sebelumnya. Bermula dari sebuah pertanyaan sederhana “nama kamu siapa? Dari mana?” memulai semua cerita aku dan dia. Kebersamaan aku dan dia seakan membiasakan segala suram dunia ini. Dia mengajariku banyak hal. Mulai dari kisah hidup yang paling tragis. Aku baru menyadari bahwa sahabat, teman dekat juga naungan untuk sharing dan berbagi cerita suka ataupun duka. Karena itu, aku tak pernah khawatir atau enggan menceritakaan semua kisah hidupku padanya. Bahkan, aku tak ragu untuk merangkul dan meluapkan kesedihanku dalam pelukannya. Ntah mengapa aku merasa ada yang berbeda saat bersamanya. Hati dan pikiranku seakan di selubungi putihnya salju kala menatap noktah matanya. Oh, inilah “ miracle of friendship” pikirku. Beberapa lama kemudian, aku merasakan ada tatapan dan detakan yang sama pada dua sosok pria yang tak pernah saling pandang sebelumnya. Terlayang sejenak dalam pikiranku “ apakah, apakah ini.... miracle selanjutnya?” ku biarkan percikan tanya itu tersimpan rapi dalam memori ingatanku sampai tiba saatnya untuk mengungkapkan segalanya.

Jam ,hari, bulan, dan tahun perlahan merangkak dan berguguran. Ntah mengapa aku mulai cemas dengan ikatan dari tatapan ini. Emosi, keegoisan, tangis, kesensitifan, dan seuzhon, mulai membara. Memecah belah dan meluluh lantak segala butir mutiara dalam hati dan pikiranku. Aku, dia, tak terkecuali mereka mempertanyakan hal yang sama “ mana kamu yang dulu ku kenal?”. Terlebih lagi, hati ini begitu terengguh dan pilu saat mendengar kata-kata yang terlontar dari salah satu dari tiga sahabatku. Aku tak tahu pasti, sejak kapan dia berpikir seperti itu padaku. Ku coba untuk membisikkan padanya bahwa aku tak pernah memanfaatkan dia dalam situasi apapun. Tak tersirat sedikitpun dipikiranku untuk melakukan hal bodoh itu. Tulusnya persahabatan ini seketika tertelan dalam muara kepedihan hanya karena miss under standing, cheat-chat orang-orang sekitar yang tak mengetahui seutuhnya tentangku. Dan kini terungkaplah segalanya bahwa sebuah persahabatan akan tetap terjalin erat bila kita saling menyimpan kepercayaan di sini, di hati.

MHd, Deli Serdang, 2013
Previous
Next Post »