Apakah aku berada di dunia untuk dihina?
Ketika kalian kalian kalian menjadi otak dari segala
otak.
I
Aku berdiri tegak di kelembaban yang pasi
Terterpa angin ketika malam, diterjang ombak setiap
saat.
Ketika kalian petik dari satu kesatuan ditiku yang utuh
menjadi puing puing yang sembari menyendiri.
Kalian rela melakukan itu, demi langkah
selanjutnya.
Kalian keringkan aku menjadi keriting tak pasti
Andai saja aku punya mulut akan ku berkata “ apakah
kalian puas dengan ini?”
Kalian bentuk menjadi bentuk kokoh dan bermerek
puntungan rokok.
Dikemas mengunakan untian emas
II
Ketika kemasanku terbuka mengakak, kalian ambil aku
dengan jari
Dan bibir menanti. Tidak hanya itu mancis, pun berdiri
menunjukan diri.
Kau kobarkan ujungku
dengan mancis birumu. Tubuhku
terbakar menyeret asap
Asap di seret ditubuh kalian dan terbang ke angkasa
sebagai sisa.
Dan sebagai wadah kalian lontarkan ke orang-orang tak
bersalah
III
Kanker menjerit di paru-paru karena salah masuk,
kalian mengeluh saat kanker melilit tubuh
Kalian tidak mau disalahkan, berfikir ternyata rokok
penyebabnya. Ketika itu aku bingung. Aku
tak tahu lagi harus bagaimana. Tak tega
aku menyaksikan itu. Aku mengaku. Ini
salahku. Tapi …..
Bukankah aku sudah menghalangimu. Kemasan emasku telah
tertulis merokok dapat menyebabkan kanker serangan jantung dan hipertensi dan
gangguan kehamilam dan janin. Tapi masih saja ada yang berkata itukan kalau
dapat sedangkan kami beli. Tesentak aku
gagap.
Andai aku punya kaki aku akan segera lari bersembunyi
Andai aku punya tangan aku akan mengambil cangkul
untuk menimbun diri
Andai aku bernyawa sebelum aku menimbun diri aku akan
bunuh dulu nyawaku
Untuk kedamain manusia yang tak bersalah, dan
generasi muda.
Maafkan aku , aku tidak dapat berlari atau melangkah.
Kehancuran kalian karena ku, namun masa depan kalian karena nyawamu tak
memahami arti hidup. Jujur maafkan aku, aku menyayangimu manusia.
Sus, Deli Serdang, 2013
Sign up here with your email
ConversionConversion EmoticonEmoticon