Hasil Tak Terduga

Examination Will Come Soon After 05 Days

Kalimat itulah yang tertulis di banner yang di letakkan di area parkir setiap kali akan ada ujuan. Kata-kata itu pula yang mengingatkan para siswa maupun siswi bahwa ujian semester akan segera diadakan. Semakin dekatnya ujian, semua siswa-siswi SMA Unggulan CT Foundation berlomba-lomba untuk belajar dan mempersiapkan materi-materi ujian semester. Tak ada satu orangpun yang bermain-main. Semua terfokus pada buku, buku, dan buku. Begitu juga denganku yang tidak mau ketinggalan. Aku tidak mau kalah dengan teman-teman yang lain.
Hari itu aku ingin mengerjakan soal yang deberikan guru kemarin. Aku mencari tempat yang nyaman untuk mengerjakan soal-soal tersebut. Area belakang asrama menjadi pilihanku. Selain tempat yang teduh, di sana juga terdapatbanyak tanaman hijau yang enak untuk dipandang. Tapi, aku harus beralih ke tempat lain karena telah ada teman yang mendahuluiku. Aku menuju kelas. Tapi, aku juga harus mencari tempat lain karena disetiap sudut kelas diisi oleh teman-temanku. Tidaka ada pilihan lain selain area parkir. Area parkir juga telah dipenuhi oleh teman dan adik kelas yang ingin belajar. Ada yang mondar-mandir sambil mengoceh sendiri, menghapal materi-materi yang akan diujiankan. Ada juga yang berdiskusi dengan teman lainnya.Aku pun memilih duduk di trotoar, di bawah pohon nyang teduh. Aku mulai membuka buku dan mengerjakan soal-soal.
Malam hari,,
Setelahshlat isya semua siswa mulai belajar lag sampai larut malam. Setiap siswa mempunyai cara sendiri agar tidak merasa ngntuk saat belajar. Setelah bel tidur jam menunjukkan pukul 22.30. Aku bergerak masuk ke kamar bersama teman lainnya. Aku mulai belajar di meja belajar. Tapi, k trasa kant ttankan. Aku bangkit dan muai membuatkopi unt menghilangkan rasa kantuk. Aku bean-trsama teman sekamar melanjutkan belajar sambil menikmati kopi sampai larut malam. Kulihatteman-temanku yang lain ada yang belajar di loby asrama dengan kelompoknya. Dan ada juga yang belajar deng tman sekamarnya.
Kopi habis, teman-temanku telah tertidur pula di lantai. Aku mengajak mereka untuk tidur di atas tempat tidur. Karena tdak mau memaksakan diri, akupun beranjak ke tempat tidurku.
Dini hari,,
Ku dengar suara temanku yang membangunkanku. Ku lihatjam menunjukkan pukul 03.00 dini hari. Ku mulai beranjak dan menuju kamar mandi untuk membasuh muka untuk menghilangan rasa kantuk. Ternyata teman-teman yang lainya telah bangun juga. Saat masa ujian seperti ini, pukul 03.00 dini hari seperti pukul 06.00. Karena semua siswa/i telah bangun dan belajar kembali. Kelompok TGOC terlihat belajar di kelas. Dan siswa/i yang lain belajar bersama di aula. Saat aku keluar asrama pada saat ujian seperti ini aku tidak merasa takut karena di manapun berkeliaran orang-orang untuk belajar, jadi suasana terasa ramai. Berbeda saat hari-hari biasa, pukul 06.00 seperti pukul 03.00 sangat sunyi sekali.
Ujian tiba,
Semua peralatan untuk ujian, seragam, dan peralatan lainnya telah aku persiapkan di malam hari. Setelah sholat shubuh, aku belajar sebentar untuk mengingat pelajaran yang akan diujiankan hari ini. Setelah sekitar 15-20 menit , aku beranjak mandi dan siap-siap untuk berangkat sekolah. Setelah MI (Morning Motivation) oleh ummi, aku dan temanku lainnya berangkat menuju area parkir untuk mengikuti upacara pembukaan ujian dan mendengarkan tta tertib ujian. Setelah upacara pembukaan selesai, aku dan teman-temanku yang lain, menuju ruang masing-masing. Bel pertanda dimulainya ujian telah berbunyi. Suasana hening, aku mencoba mengingat materi-materi yang aku pelajari kemarin untuk menjawab soal-soal di hadapanku. Tidak terasa bel telah berbunyi, pertanda ujian selesai. Aku keluar ruangan dan kulihat tean-temanku berkumpul membahas tentang soal yang tadi di ujiankan. Aku dengarkan jawaban mereka tadi, ternyata ada yang sama dan ada yang berbeda dengan jawabanku. Kulihat ekspresi teman-temanku, ada yang kegirangan karena jawabannya benar, dan ada yang kecewa karena jawabanya berbeda. Dan hal itu berlanjut saat di asrama. Ada yang masih bersedih di kamar karena tidak bisa menjawab soal-soal yang tadi. Dan ada yang santai saja dan mulai mengerjakan hal lainnya.
Setelah sampai di asrama aku menganti pakaianku dan mengambil buku untuk pelajaran esoknya.nAku tak ingin berlama-lama merenungkan hsil yang aku dapati dari ujian it. Karena it akan menggangu untuk ujian-ujian selanjutnya. Maka dari itu, cukup dengan membahasnya dan melanjutkan ke materi-materi untuk besok. Dan itu berlanjutuntuk hari-hari selanjutnya hingga ujian berakhir.
Ujian telah selesai, tapi perasaanku belum lega karena hasil ujian belum keluar. Setiap siswa/i masih was-was sampai pengumuman hasil ujian.
Yudisium,,
Intercom berbunyi, panggilan untuk seluruh siswa/i angkatan satu untuk berkumpul si SCH. Setelah berkumoul semua, para guru mengumumkan bahwa hari ini akan diadakan yudisium. Jadi, semua siswa tetap berada si SCH, untuk menunggu panggilan ke ruang meetng. Satu persat nama siswa disebutkan. Sekitar sepuluh orang pertama tlah dipanggil  untk mendengarkan arahan dari kepal sekolah dan para guru. Setelah 20 menit berlalu orangpertama keluardari ruangan menuju loby asrama putri. Aku dan temanku yang lain merasa sangat khawatir karena ekspresi mereka berbeda.
Dan sepuluh orang selanjutnya telah di panggil dan salah sat diantaranya adalah aku. Aku mengikuti teman-temanku untuk menuju ruangan. Di dalam ruangan trsebut ada kepala sekolah, para guru, abi dan ummi. Aku dan temanku yang lain diberi sebuah amplopatas nama masing-masing. Kulihat nama yang tercetak di depan amplop yaitu namaku. Detak jantungku semakin tidak karuan, aku panik, gelisah, tukut mendapati hasil yang tidak aku inginkan.
Kata sambutan dari kepala sekolah dan para guru aku dengarkan dengan seksama. Dan terhenti ketika arahan untuk membuka amplop yang sedari tadi aku pegang. Dengan mengucapkan bismillah, akupun membuka amplop. Karena tidak sabar, akhirnya aku robek penutupnya dan ku baca tulisan “Naik Kelas”. Aku bersyukur dan merasa lega. Ku lihat teman di sekitarku. Semua terlihat wajah-wajah yang senag dan lega. Itu pertanda bahwa kami naik kelas. Dengan rasa lega, aku dan yang lainnya bergerak menuju loby asrama putri. Dan menit demi menit, nama teman-teman yang lainpun dipanggil. Hingga ku degar tangisan yang meledak. Aku dan teman lainnya melihat dan merasakan kekecewaan yang sangat besar. Aku tak tau apa yang harus aku perbuat. Ku coba untuk menenagkan mereka. Dan diputuskan bahwa 10 orang temanku harus pindah sekolah. Kuamati ekspresi mereka. Ada yang pingsan, marah, menagis tanpa henti, kecewa dengan hal yang terjadi hari itu. Dan ada seorang yang tetap tegar dan tidak seperti 9 orang lainnya. Ia bersikap seperti biasa seolah tidak ada hal yang terjadi di hari itu. Aku pun menangis, merasakan apa yang mereka rasakan. Aku dan yang lainnya, juga kecewa dengan hasil yudisium itu. Hingga salah satu temanku memukulkan tangannya ke lantai untuk melampiaskan kemarahan dan kekecewaannya akan hal itu hingga tangannya memar dan berdarah.

Hari itu adalah hari yang membuat perubahan yang sangat besar bagi diriku dan teman yang lain. Itulah yang aku dan teman-temanku rasakan. Kejadian saat yudisium yang hasilnya tidak terpikirkan.

NSt, Deli Serdang, 2011
Previous
Next Post »