Tak terasa
hari-hari kulewati dengan rasa suka dan duka, kasih sayang,
rasa pengertian, kekompakan, kebersamaan, kedamaian, keterkaitan antara satu
dengan yang lain memberi kesan tersendiri. Tapi itu dulu, dan sekarang
semua itu telah hilang ketika aku menduduki kelas akhir di SMA.
Aku merasakan hal tersebut sudah tidak ada
lagi didiriku dan teman-teman. Memang jika dilihat dari luar tampak hal itu
terasa sangat indah. Tapi jika dilihat dengan
lebih spesifik lagi, semua hal tersebut menghilang. Semua
telah memiliki kesibukan tersendiri. Kesibukan tersebut telah menghancurkan aku
dan teman-temanku. Memang kesibukan itu harus dijalani demi kebaikan dan
kelangsungan untuk aku dan teman-temanku. Aku memaklumi hal tersebut, memaklumi
perubahan yang terjadi dan tidak mempermasalahkan semua hal atau kesibukan yang
ada.
Tuhan ingin
menguji aku dan teman-temanku, apakah dengan adanya kesibukan tersebut, aku dan
teman-teman masih bisa seperti yang dulu atau malah semakin hancur. Dan
kenyataan yang terjadi, semua telah hancur secara perlahan. Itu yang membuat
aku tidak menyukai perilaku dari teman-temanku, itu sangat
menyakitkan. Tapi itu baik juga untuk aku bisa mengoreksi diri lebih jauh lagi.
Sebenarnya
permasalahan ini tidak kompleks dan tidak
juga mendalam sampai kesemua, tetapi ini sangat menyentuh batin.
Permasalahan ini hanya timbul dari beberapa orang saja, tetapi hanya karena
beberapa orang sajalah yang membuat aku membenci orang lain. Walaupun begitu
aku masih butuh mereka, untuk memberiku masukan dan saran. Motivasi mereka juga
aku butuhkan. Untuk perubahan hidup yang lebih baik lagi.
Beberapa orang
saja dari mereka yang masih bisa aku sandingkan untuk menjadi temanku
sehari-hari. Ada beberapa orang yang tidak aku suka. Karena perilakunya yang
tidak baik dan sombong. Aku tidak memaksa mereka untuk menyukai perilaku yang
ada padaku. Bisa saja mereka juga tidak suka dengan perilakuku. Yang tidak aku
sangka mengapa dia seperti itu padaku?
Dia selalu memotivasi aku untuk membencinya. Memaksa dirinya untuk dibenci dan
tidak disukai orang. Aku heran melihat teman-temanku. Sejenak aku berpikir, ada
benarnya juga perilaku mereka itu, demi kebaikan dan kelancaran yang telah
diamanahkan guru-guru kepada mereka. Tetapi
terkadang pembawaan mereka membuat aku semakin membenci, dan ingin rasanya
mencabik-cabik muka dan hati mereka. Mungkin inilah cobaan yang diberikan tuhan
kepadaku dan teman-teman. Seharusnya cobaan ini bisa ditanggapi dengan
kedewasaan yang kami miliki. Kenyataannya,
kedewasaan itu belum ada.
Akhirnya aku
berpikir lagi, untuk menyerahkan semuanya kepada tuhan dan tidak lagi mengurusi
urusan yang bukan urusanku. Aku berusaha untuk tidak membenci mereka dan
memberikan dukungan kepada mereka agar lebih
semangat dalam menjalankan amanah yang diberikan. Aku berharap mereka dapat
menjalankan semua dengan hasil yang memuaskan. Aku selalu berdoa kepada Tuhan
agar aku dan teman-teman bisa menjadi seperti yang dulu lagi.
CTL, Deli Serdang, 2013
Sign up here with your email
ConversionConversion EmoticonEmoticon