Once Upon A Time

Di sebuah sekolah ada sekelompok sahabat. Mereka sangat akrab, pengertian satu sama lain dan saling menyayangi. Persahabatan yang terjalin antara dua laki-laki dan dua perempuan itu dimulai sejak mereka duduk awal semester.
Sebut saja nama mereka Aan, Imung, Alya dan Ema. Mereka memiliki kararkkter yang berbeda-beda. Aan, meski berdarah batak namun dia memiliki sifat yang lembut, sensitive, dan jika sakit hati akan jelas terlihat jelas di wajahnya. Imung anaknya selalu cuek dan selalu menjadi pemicu permasalahan siantara mereka. Ema tidak terlalu jauh dari Aan. Sedangkan Alya anaknya paling dewasa diantara mereka semua tapi memiliki gengsi yang tinggi sehingga tidak pernah mau memulai sesuatu.
Setiap salah satu dari mereka ada yang ulang tahun, mereka selalu mengadakan perayaan kecil untuk memperingatinya.
Perbedaan sifat membuat persahabatan mereka seperti retak dan membentuk dua kubu, walaupun begitu mereka selalu berusaha menjaga perasaan satu sama lain. Namun waktu berputar, perpecahan itu semakin nyata. Imung kerap dianggap sebagai biang kerok masalah. Perbedaan kelas juga menciptakan jarak yang semakin terlihat dan yang paling mendasari adalah rasa cemburu diantara mereka.
Untuk menyelesaikan massalah ini tidak ada diantara mereka yang ingin memulai duluan. Bagi mereka pengertian persahabatan tak lagi sama. Meski terkadang permasalahn yang tercipta juga terselesaikan tapi seringkali perpecahan terjadi lagi. Hingga garis finish masa sekolah itu semakin dekat, mereka kembali menemukan tawa juga rasa memahami diantara persahabatan itu. Meski massalah kerap datang, kini mereka mulai memahami menyikapi tanpa harus bersikap kekanan-kanakan lagi. Masalah antara mereka perlahan membuat mereka dewasa dan menyikapi keadaan dengan bijak.
Mereka tahu, meski kelak itu menjadi kenangan, setidaknya itu bukan kenangan yang buruk namun cerita yang mengajarkan mereka banyak hal juga menjadi kisah yang menyisakan tawa antara mereka.


SHS, Deli Serdang, 2013
Previous
Next Post »