Jangan Kau Anggap Aku

Dia bukan milikku seutuhnya, atau sedikitpun darinya
Dia bukan siapa-siapa untukku, atau memang bukan milikku
Jemari cintaku selalu menggebu kalau dekat dengannya
Tapi tidak mungkin kubiarkan kobaran jemari  cinta itu membara
Akan selalu ku tutupi wajahku bila bertemu dengannya
Atau ku biarkan ia untuk tidak mengenal sedikit pun akanku
Saat itu aku sedang memiliki kuncupan indah yang akan merekah
Dan saat itu ia selalu datang menghampiriku
Setiap hari. Tanpa absen
Memperhatikan , dan selalu memperhatikan perkembangan rekahanku
Aku senang
Ketika kuncupanku sudah merekah
Tiba-tiba ia merenggutnya dariku, tanpa ia hiraukan aku
Aku menjadi sendiri lagi setelah rekahan itu direnggut
Aku hanya diam tak dapat berkata
Karna aku Mawar merah dibalik semak-semak malang


Sus, Deli Serdang, 2013 
Previous
Next Post »