Berawal
dari sebuah detakan hati kecil, pada akhirnya menjadi sebuah kenyataan. Sebuah
perjalanan keluar negeri oleh temanku, Singapura. Dalam perjalanannya ia
membawa wakilku sebelum Allah mengutusku langsung, yaitu sebuah tas ransel
buatan Indonesia, negeri tercinta.
“Alangkah
sialnya, tasku lebih dulu pergi keluar negeri dari pada aku sendiri”, ucapku
dalam hati.
“Tapi
tak masalah, mungkin Allah lebih menghendaki seperti itu” lanjutku.
Beberapa
bulan kemudian, sebuah kabar gembira yang kami terima bahwa dua diantara kami
akan berangkat ke Korea untuk mengikuti ASC. Disatu sisi aku bahagia namun
disisi lain ini merupakan kesedihan bagiku. Untuk kedua kalinya tasku lebih
beruntung daripada aku. “Tuan tak
beruntung” sebuah ungkapan yang cocok untukku. Malam sebelum mereka
berangkat, hati kecilku bertanya pada diriku sendiri “Kapan aku bisa pergi
keluar Pulau Sumatera”. Tak ada waktu yang aku targetkan saat itu, namun aku
hanya bisa menyakini bahwa pada suatu saat nanti aku pasti bisa keluar Pulau Sumatera.
Hanya Tuhan yang dapat mengabulkan pemohonan itu, ibadah dhuhalah yang akan
membantu dalam terwujudnya mimpi ini. Doa dan harapan yang selalu aku
panjatkan. Keyakinan yang selalu terdekat dari lubuk hatiku, Allah akan
mengabulkan mimpi ini.
Sebuah
kebenaran Al-Qur`an mulai terlihat, beberapa bulan setelah aku miliki mimpi itu
ternyata Allah mendengar doa dan permohonanku yang selalu aku panjatkan. Rezeki
yang tak disangka-sangka yang aku dapatkan. Sesuai apa yang telah dikatakan
Al-qur`an, bahwasannya Allah akan memberi rezeki yang tak diduga-duga bagi
hambanya yang bertakwa. Aku terpilih menjadi utusan sekolah untuk mengikuti
ajang InaSEC di Tangerang dalam waktu dekat. Aku mulai mengingat-ingat kembali
doa dan harapan beberapa bulan yang lalu. Bahkan aku kembali membuka buku
harianku. Ternyata aku telah menuliskanya dalam
salah satu dari 101 mimpiku, berangkat ke ibukota. Allah mendengar
setiap doaku bahkan Allah mewujudkan mimpiku yang lain, menjelajahi seluruh
provinsi Indonesia. Walau pada perjalanan ini aku hanya menyinggahi Bandung dan
Jakarta. Tak ada yang akan kuberikan kecuali rasa syukurku atas apa yang telah
aku peroleh.
“Sebuah keyakinan yang menjadi dasar
semua kejadian di alam semesta ini dan ingat bahwa Allah mendengar semua doa
dan permohonan kita bahkan Allah mendengar setiap detakan jantung ini walaupun
kita tak pernah mengatakannnya”.
MRid, Deli Serdang, 2012
Sign up here with your email
ConversionConversion EmoticonEmoticon