alir darahnya menderas
membasahai kulit pada kerontangan asa
lupa berpegang, lupa mencengkeram
seluruhnya terlalui tanpa asensi
tak terobati. belum!
karena ia lupa siapa yang memberi luka dan siapa penyembuhnya
keluh kesah, yang paling deras dari bibir merah itu
CANTIGI
Sign up here with your email
ConversionConversion EmoticonEmoticon