Sajak 1


Seperti yang mereka pahami bahwa mereka mencintai hujan. Namun derap kaki yang terburu adalah bentuk kejujuran yang paling nyata.
Lihatlah...
Mereka berlomba menjauhi rintiknya, seakan satu saja mampu memisahkan jiwa dari cangkangnya.
Apa pula hal yang begini dijadikan wujud kata hati tak terucap. Cuma sekedar menggugu eksistensi? Romantisme?
Berbasahlah! 
Melebur bersatu dalam hasrat hujan yang ingin merengkuhmu
Namun jika hanya derik suaranya yang kau rindukan, selimut bulukmu menanti menggelungmu.
Tak apa! 
Tenang saja, 
Ranah nyamanmu tak akan berkurang meski begitu.

CANTIGI

Previous
Next Post »