Surat ke-Sekian

mengapa tak ada rasa tulus
bahkan setelah kutau apa yang kucari sepenuhnya kau miliki?
akuku tak memandang rupa
nyataku tetaplah si pecinta rupa
ampunkanku bila suatu saat waktunya tiba
rasa sesal meradang menerjang
karena kau kudepak
kau tendangku hingga tak berjejak
bukan kesempatan kedua yang kuminta
rasa itu tetap sama. KAU bukan siapa-siapa
hanya pemaafan atas kebejatan dan sifat bajinganku yang membuatmu terluka.
maafkanku mencuri namamu
hanya sekedar untuk menyembunyikan identitas
agar isi hati yang sesungguhnya tetap menjadi rahasia
janjiku, kau takkan merugi
karena yang kutau. posisimu tetap se-aman biasanya

CANTIGI
Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar
Agi
AUTHOR
3 Agustus 2024 pukul 05.31 delete

Hmm, sorry nir.., it was all about you

Reply
avatar